Sorting alias pengurutan, merupakan suatu hal yang sangat
dibutuhkan dalam pemrograman tingkat tinggi. Sorting adalah suatu
proses pengurutan data yang sebelumnya disusun secara acak atau
tidak teratur menjadi urut dan teratur menurut suatu aturan tertentu.
Sorting dapat dibedakan menjadidua jenis yaitu ascending dan descending.
Ascending adalah pengurutan data dari kecil ke besar,sedangkan descending
adalah pengurutan data dari besar ke kecil. Ada 5 metode sorting, yaitu :
- Buble sort merupakan metode pengurutan yang paliong lambar daripada metode pengurutan lainnya. karena, metode ini, melakukan pengurutan dengan cara membandingkan 1 elemen dengn yang lain selama 2 kali looping. Namun, metode ini merupakan metode yang paling mudah digunakan daripada metode yang lainnya
- Selection sort yaitu pengurutan dengan cara menyeleksi elemen – elemen ada dalam suatu array. Terdapat 2 kali for loop dalam metode ini, loop yang pertama melakukan seleksi terhadap elemen awal. Loop kedua melakukan seleksi terhadap elemen kedua. Lalu membandingkan antara kedua loop tersebut
- Insertion Sort, disebut- sebut sebagai metode pertengahan . Artinya, metode ini memiliki kecepatan rata- rata antara metode primitif(buble dan selection) dan modern(merge dan quick). metode ini, didasarkan pada sebuah key yang diambil pada elemen ke-2 pada sebuah array, lalu menyisipkan elemen tersebut jika branching terpenuhi
- Merge Sort merupakan algoritma sorting yang sudah menerapkan teknik rekursif. Metode ini bisa dibilang cukup sulit dan membutuhkan pemikiran yang agak berat. Namun, kecepatan yang dihasilkan jauh melebihi metode primitif
- Quick Sort . Inilah metode sorting yang tercepat diantara metode 5 metode sorting yang paling umum digunakan. Selain menerapkan teknik rekursif devide and conquer, Teknik ini juga didasarkan pada pivot yang menjadi kunci perbandingan.
Fungsi IF Dengan Validasi Data pada Excel
Anda yang terbiasa menggunakan
aplikasi Microsoft Office Excel tidak asing lagi menggunakan fungsi IF. Fungsi
IF merupakan fungsi logika, yang artinya suatu nilai mempunyai syarat dan dapat
bernilai benar jika syarat terpenuhi serta bernilai salah jika syarat tidak
terpenuhi.
Secara umum rumus fungsi IF dalam Microsoft Excel adalah sebagai berikut :
=IF(Logical_Test;Value_if_True;Value_if_false) atau
=IF(Syarat;Hasil_Jika_Syarat_Terpenuhi;Hasil_Jika_Syarat_Tidak_Terpenuhi)
Berikut adalah contoh-contoh sederhana penggunakan dan penulisan rumusnya dari fungsi IF…
Secara umum rumus fungsi IF dalam Microsoft Excel adalah sebagai berikut :
=IF(Logical_Test;Value_if_True;Value_if_false) atau
=IF(Syarat;Hasil_Jika_Syarat_Terpenuhi;Hasil_Jika_Syarat_Tidak_Terpenuhi)
Berikut adalah contoh-contoh sederhana penggunakan dan penulisan rumusnya dari fungsi IF…
Contoh
Penggunaan dengan Validasi Data:
Dalam contoh ini anda dapat menggunakan tambahan Validasi Data,
Caranya:
Pertama:
1. Buat Kolom Nilai, Keterangan serta isiannya, kolom Nilai minimal dan kolom Pilihan bersarat,
2. Setelah selesai letakkan pointer pada sel G2,
3. Lalu klik Data pada menu Ribbon, dan klik Data Validation.
4. Setelah keluar pop up Data Validation
Pada validation criteria => Allow pilih List
Lalu pada Source lalu blog atau sorot sel pilihan syarat dari sel I3 sampai dengan I9 (=$I$3:$I$9), setelah itu klik Ok.
Nah pada langkah ini anda sudah membuat valiadasi data
Kedua:
1. Buat Rumus pada kolom keterangan pada sel C3 dengan rumus: =IF(B3>=G$2;"Lulus";"Gagal")
2. Lalu tekan enter.
3. Selanjutnya drag sel C3 sampai sel C9, maka anda akan melihat hasilnya sesuai dengan rumus yang anda buat tadi.
Catatan:
Jika anda menukar validasi angkanya menjadi lebih besar dari 60, maka anda akan melihat hasil dari yang gagal semakin banyak.
Filter
Microsoft excel
Memasukkan data setiap harinya
kedalam tabel di Ms Excel, tentunya lambat laun data tersebut akan berjumlah
sangat banyak. Akibatnya kita akan merasa kesulitan untuk memilah dan memilih
serta mengelompokkan data berdasarkan kriteria tertentu. Seperti halnya mengelompokkan
data berdasarkan alamat, mengelompokkan data berdasarkan jabatan,
mengelompokkan data berdasarkan pendidikan atau lulusan dan sebagainya.
Anda bisa saja melakukan hal
tersebut diatas secara manual, namun pastinya akan memakan waktu yang tidak sebentar
dan energi yang tidak sedikit. Malah terkadang karena keterbatasan sebagai
manusia, masih saja ada yang tertinggal tidak ikut dikelompokkan. Nah hasilnya
bisa ditebak, …. Tidak maksimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Ms
Excel terdapat fitur atau fasilitas untuk memfilter data yaitu fasilitas
Filter. Dengan menggunakan fasilitas filter tersebut anda bisa saja dengan
mudah mengelompokkan data berdasarkan kriteria tertentu dengan mudah dan
hasilnya juga lebih akurat. Andapun bisa saja menambahkan data baru pada baris
terakhir tanpa harus menampilkan data secara keseluruhan. Cara memfilter data
di ms excel bisa anda ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut :
- Blok kepala tabel atau judul
kolom yang akan difilter. Pada gambar dibawah ini blok sel A2 sampai E2.
- Pada ribbon home, group menu editing, klik Short & Filter kemudian pilih Filter. Atau tekan Ctrl+Shift+L.
- Maka pada tiap sel kepala tabel tersebut akan terlihat tanda dropdown. Klik pada salah satu sel drop down tersebut. Dalam hal ini sebagai contoh kita pilih kolom alamat, maka klik tombol drop down pada sel alamat.
- Pada text filter klik select
all untuk menghilangkan semua tanda centang yang ada, kemudian pilih salah
satu kategori yang akan anda filter. Sebagai contoh kita pilih Madiun,
kemudian klik OK.
- Maka pada tabel yang nampak hanyalah data yang beralamatkan kota madiun saja, sedangkan data yang lain tidak muncul.
Untuk memunculkan semua data ulangi
langkah nomor 4 kemudian beri tanda centang pada semua pilihan di text filter
dan klik OK. Pada saat data difilter coba perhatikan tanda dropdown pada sel
atau kolom yang difilter akan berbeda dengan kolom atau sel yang lain yang
tidak difilter.
VLOOKUP : mencari nilai, dimana tabel
ketentuannya beberbentuk vertical (datanya tersusun kebawah)
HLOOKUP : mencari nilai, dimana tabel ketentuannya beberbentuk horizontal (datanya tersusun mendatar).
Rumus Vlookup
= VLOOKUP(sel yang diuji, tabel ketentuan, nomor index kolom)
HLOOKUP : mencari nilai, dimana tabel ketentuannya beberbentuk horizontal (datanya tersusun mendatar).
Rumus Vlookup
= VLOOKUP(sel yang diuji, tabel ketentuan, nomor index kolom)
Langkah pengisian Nama Barang
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel C6
2. Ketikkan rumusnya :
=VLOOKUP(B6,$B$16:$C$18,2)
3. Copy hasil tersebut sampai data terakhir
Langkah pengisian Harga Satuan
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel D6
2. Ketikkan rumusnya :
=VLOOKUP(B6,$B$16:$D$18,3)
3. Copy hasil tersebut sampai data terakhir
Rumus Hlookup
= HLOOKUP(sel yang diuji, tabel ketentuan, nomor index baris)
Langkah pengisian Nama Barang
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel C6
2. Ketikkan rumusnya :
=HLOOKUP(B6,$B$15:$E$16,2)
3. Copy hasil tersebut sampai data terakhir
Langkah pengisian Harga Satuan
1. Tempatkan penunjuk sel pada sel D6
2. Ketikkan rumusnya :
=HLOOKUP(B6,$B$15:$E$17,3)
3. Copy hasil tersebut sampai data terakhir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar